Widget HTML Atas

Tata Cara Sholat Dhuha dan Bacaannya Lengkap

Tata cara sholat dhuha dan bacaannya lengkap sesuai dengan hadits. Perlu diketahui, selain mengerjakan sholat wajib 5 waktu, dalam agama islam juga dianjurkan untuk mengamalkan sholat sunnah seperti sholat dhuha. Shalat sunnah dhuha ini juga dikenal sebagai shalat sunnah untuk memohon rezeki kepada Allah SWT yang dikerjakan minimal 2 rakaat, bisa juga 4 rakaat namun 2 kali salam yang artinya setiap 2 rakaat harus diakhir 1 kali salam.
Sholat dhuha dilaksanakan setelah terbitnya matahari dan sampai sebelum masuknya waktu sholat zhuhur. Lebih jelasnya waktu shalat dhuha dimulai dari matahari mulai muncul dan naik kurang sepenggelah dan berakhir sampai dengan menjelang waktu sholat zhuhur. Namun, akan lebih baik dikerjakan ketika matahari mulai tinggi dan panas sedikit terik. Adapun manfaat mengerjakan sholat dhuha sebagaimana Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam Bersabda :
"Siapa saja yang dapat mengerjakan Shalat Dhuha dengan terus-menerus, akan di ampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan." ( HR Tirmidzi )
Dalam hadist lain juga disebutkan bahwa orang yang mengamalkan shalat dhuha akan masuk melalui pintu syurga dengan penuh Rahmat Allat SWT.
"Sesungguhnya di Surga itu ada pintu yang disebut pintu Dhuha, maka tatkala dihari Kiamat kelak ada panggilan khatib : "Siapakah orang yang suka membiasakan shalat Dhuha ? Inilah pintu kamu sekalian, masuklah kamu sekalian dengan penuh Rahmat Allah SWT." ( HR Thabrani )

Tata Cara Sholat Dhuha dan Bacaannya Lengkap

Shalat dhuha - Matahari Terbit
Tata Cara Sholat Dhuha dan Bacaannya
Seperti saat kita melaksanakan shalat sunnah lainnya (Baca : Tata Cara Sholat Tahajud Yang Benar Dan Lengkap), kita diwajibkan untuk membersihkan dan mensucikan diri dengan air wudhu. Untuk rukun sholat sama halnya dengan rukun sholat pada umumnya. Setelah berwudhu yang harus Anda lakukan adalah membaca niat sholat dhuha. Bacaan niat sebelum sholat dhuha adalah sebagai berikut :
1. Niat
Niat sholat dhuha
Niat sholat dhuha

Usholli sunnatatd-dhuha rak’ataini lillahi ta'alaa
Artinya : "aku niat shalat sunat dhuha dua rakaat karena Allah ta'ala"
Shalat dhuha dapat dikerjakan maksimal 12 rakaat dan minimal 2 rakaat dan dilakukan secara tidak berjamaan (munfarid). Bacaan niat tersebut dibaca bersamaan ketika hendak takbiratul ihram.

2. Takbiratul Ihram
Bacaan takbiratul ihram adalah "Allahu akbar" sambil mengangkat kedua tangan sampai telinga.

3. Do'a Iftitah
Selanjutnya setelah takbiratul ihram hendaknya membaca do'a iftitah seperti berikut :
Doa Iftitah
Doa Iftitah

Allaahu Akbaru kabiiraw-walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw-wa'ashiila. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil 'aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina.
Artinya: Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagi-Nya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang-orang yang berserah diri (muslim).
4. Al-Fatihah dan surat pendek
Sesudah membaca doa iftitah, dilanjut dengan membaca Surat Al Fatihah disetiap shalat.
Surah Al-fatihah
Surah Al-fatihah

ALHAMDULILLAHI RABBIL ALAMIN, ARRAHMAANIRRAHIIM MAALIKI YAUMIDDIIN, IYYAKA NABUDU WAIYYAAKA NASTAIIN, IHDINASHIRRATAL MUSTAQIM, SHIRATALLADZINA AN’AMTA ALAIHIM GHAIRIL MAGHDUUBI ALAIHIM WALADHAALIN,
AAMIIN..
Artinya : "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Yang menguasai di Hari Pembalasan, Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan, Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat".
Setelah membaca Al-fatihah dianjurkan untuk membaca surat pendek yang terdapat dalam Al-Qur'an, dan sangat diutamakan untuk membaca surah Adh-Dhuha, Asy-Syamsu, Al-Lailu, dan Surah Asy-Syarh disetiap rakaat shalat dhuha.

Surah Adh-Dhuha, Latin dan Artinya
Surat Adh-dhuha
Surat Adh-dhuha

Wadhdhuhaa
Wallayli idzaa sajaa
Maa wadda'aka rabbuka wamaa qalaa
Walal-aakhiratu khayrul laka mina l-uulaa
Walasawfa yu'thiika rabbuka fatardaa
Alam yajidka yatiiman faaawaa
Wawajadaka daallan fahadaa  
Wawajadaka 'aa-ilan fa-aghnaa
Fa-ammaa lyatiima falaa taqhar
Wa-ammaa ssaa-ila falaa tanhar
Wa-ammaa bini'mati rabbika fahaddits

Artinya : Demi waktu matahari sepenggalahan naik
dan demi malam apabila telah sunyi (gelap)
Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci” kepadamu.
Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).
Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu , lalu (hati) kamu menjadi puas.
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu ?
Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk
Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan
Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang
Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya
Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan
Dalam rakaat ke 2 pada shalat dhuha disarankan untuk membaca surah Asy-Syam sebagai berikut :

Surat Asy-Syams, Latin dan Artinya
Surat Asy-Syams
Surat Asy-Syams

Wasysyamsi wadhuhaahaa
walqamari idzaa tsalaahaa
wannahaari idzaa jallaahaa
wallayli idzaa yaghsyaahaa
wassamaa-i wamaa banaahaa
wal-ardhi wamaa thahaahaa
wanafsin(w) wamaa sawwaahaa
fa-alhamahaa fujuurahaa wataqwaahaa
qad aflaha man zakkaahaa
waqad khaaba man dassaahaa
Kadzdzabat tsamuudu bithaghwaahaa
idzi in ba'atsa asyqaahaa
faqaala lahum rasuulullaahi naaqatallaahi wasuqyaahaa
Fakadzdzabuuhu fa'aqaruuhaa fadamdama 'alayhim rabbuhum bidzanbihim fasawwaahaa
walaa yakhaafu 'uqbaahaa

Artinya : Demi matahari dan cahayanya di pagi hari,
dan bulan apabila mengiringinya,
dan siang apabila menampakkannya,
dan malam apabila menutupinya ,
dan langit serta pembinaannya,
dan bumi serta penghamparannya,
dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,
sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
(Kaum) Tsamud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas,
ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka,
lalu Rasul Allah (Shaleh) berkata kepada mereka: ("Biarkanlah) unta betina Allah dan minumannya".
Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah),
dan Allah tidak takut terhadap akibat tindakan-Nya itu.
Dalam tata cara sholat dhuha 4 rakaat pada rakaat ke 3 biasanya membaca surah Al Lailu, surahnya sebagai berikut :

Surah Al Lailu, Latin dan Artinya
Surah Al Lailu
Surah Al Lailu
Wallaili idzaa yaghsya
Wannahaari idzaa tajalla
Wamaa khalaqadz-dzakara wal antsa
Inna sa'yakum lasyatta
Fa-ammaa man a'tha waattaqa
Washaddaqa bil husna
Fasanuyassiruhu lilyusra
Wa-ammaa man bakhila waastaghna
Wakadz-dzaba bil husna
Fasanuyassiruhu lil'usra
Wamaa yughnii 'anhu maaluhu idzaa taradda
Inna 'alainaa lalhuda
Wa-inna lanaa lal-aakhirata wal aula
Fa-andzartukum naaran talazh-zha
Laa yashlaahaa ilaal asyqa
Al-ladzii kadz-dzaba watawalla
Wasayujannabuhaal atqa
Al-ladzii yu'tii maalahu yatazakka
Wamaa ahadin 'indahu min ni'matin tujza
Ilaaabtighaa-a wajhi rabbihil a'la
Walasaufa yardha

Artinya : Demi malam apabila gelap.
Dan siang apabila terang.
Dan penciptaan laki-laki dan perempuan.
Sesungguhnya usahamu itu berbeda-beda.
Adapun orang yang memberikan dan bertaqwa
Dan membenarkan terhadap kebaikan.
Maka akan Kami permudah ia kepada kemudahan.
Dan adapun orang yang kikir dan memandang dirinya kaya.
Dan mendustakan terhadap kebaikan
Maka segera Kami permudah ia kepada kesukaran.
Dan hartanya tidak berguna baginya; Apabila ia terjerumus.
Sesungguhnya Kamilah yang memberi petunjuk.
Dan sesungguhnya milik Kamilah akhirat dan dunia.
Maka Aku peringatkan kamu perihal neraka yang menyala-nyala.
Neraka itu hanyalah dimasuki oleh orang-orang yang paling celaka.
Yang mendustakan dan berpaling.
Dan akan dijauhkan dari padanya yang paling taqwa.
Yaitu orang yang memberikan hartanya untuk mensucikan dirinya.
Dan tidak ada seorang memberikan suatu keni’matan terhadapnya yang harus dibalas.
Kecuali karena mencari keridlaan Tuhannya yang Maha Tinggi.
Dan sungguh ia akan puas.
Dalam tata cara sholat dhuha 4 rakaat pada rakaat ke 4 biasanya membaca surah Asy-Syarh, surahnya sebagai berikut :

Surah Asy-Syarh, Latin dan Artinya
Surah Asy-Syarh
Surah Asy-Syarh

Alam nasyrah laka shadraka
Wawadha’naa ‘anka wizraka
Alladzii anqadha zhahraka
Warafa’naa laka dzikraka
Fa-inna ma’a al’usri yusraan
Inna ma’a al’usri yusraan
Fa-idzaa faraghta fainshab
Wa-ilaa rabbika fairghab

Artinya : Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?
Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu
yang memberatkan punggungmu?
Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain
dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.
Setelah membaca 1 surat pendek per-rakaatnya, lakukan hal lainnya seperti biasa, seperti Rukuk, tuma’ninah, Iktidal, Sujud, Duduk antara dua sujud, Duduk dan membaca tasyahud akhir, dan salam. Sama seperti halnya rukun sholat pada umumnya.

Rukun Sholat

  1. Niat
  2. Berdiri (bagi yang mampu)
  3. Takbiratul ihram
  4. Membaca surat Al Fatihah pada tiap rakaat
  5. Rukuk
  6. tuma’ninah
  7. Iktidal setelah rukuk dan tuma'ninah
  8. Sujud dua kali dengan tuma'ninah
  9. Duduk antara dua sujud dengan tuma'ninah
  10. Duduk dan membaca tasyahud akhir
  11. Membaca salawat nabi pada tasyahud akhir
  12. Membaca salam
  13. Tertib
Setelah sholat dhuha, Anda dapat membaca artikel kami Bacaan Doa Setelah Sholat Dhuha dan Artinya Sesuai Sunnah
Demikian artikel Tata Cara Sholat Dhuha dan Bacaannya Lengkap semoga dengan artikel ini kita dapat mengamalkannya setiap hari dan mendapatkan rahmat Allah SWT. Aamiin.

Tidak ada komentar untuk "Tata Cara Sholat Dhuha dan Bacaannya Lengkap"